ARTI PERPISAHAN

semalam, kira-kira pukul 19.00 wit. aku mengikuti ibadah perpisahan di gereja. perpisahan dengan ibu pendeta. sepanjang khotbah, aku  bertanya dalam hatiku sendiri 'apakah perpisahan selalu meninggalkan luka ?'.
sampai rumahpun, ketika aku mau tertidur aku masih membuat status yang sama "apakah perpisahan selalu meninggalkan luka ?" yang ada dalam pikiranku saat itu, "iya, memang betul perpisahan selalu meninggalkan luka". sambil membayangkan orang yang ditinggalkan karena meninggal, tentu perpisahan itu adalah perpisahan yang paling melukai. di tinggalkan pasangan karena lebih memilih menikah dengan wanita lain, tentu perpisahan ini bisa membuat seseorang bunuh diri.pikiranku dipenuhi dengan berbagai macam pertanyaan, sampai akhirnya ku simpan HPku dan kembali ketempat tidur, lalu aku tiduran sambil memeluk bantal guling. tiba-tiba aku teringat pepatah lama yang mengatakan "dimana ada pertemuan disitu ada perpisahan" dan itu memang betul nyata dalam kehidupan manusia. manusia di pertemukan lalu dipisahkan bukankah itu sesuatu yang tidak adil ? ketika sedang memikirkan itu, tiba-tiba aku mendengar suara ponakanku yang datang sambil teriak
"tan, besok aku ga mau pimpin ibadah". katanya sambil datang mendekat
"memangnya kenapa ?" kataku
"aku capek tan, aku capek baca karena terlalu banyak". katanya sambil menyerahkan surat yang harusnya dia baca besok untuk pimpin ibadah di sekolah.
lalu aku menjawabnya "yaa sudah, kalau nia ga mau nanti besok sampaikan sama miss, supaya di gantikan sama anak-anak yang lain".
lalu nia berkata lagi " tan, tidur sama aku yaa ?"
"tidur sama ama yaa, supaya nia jaga ama". kataku sambil menatapnya.
lalu dia keluar dari kamar sambil berkata " aku kangen tidur sama tante" katanya sambil berlalu ke kamar depan.
aku menutup pintu, lalu kembali ke tempat tidur. tiba-tiba aku kepikiran dengan kata-kata nia yang bilang "aku kangen tidur sama tante" padahal aku satu rumah sama ponakanku, kenapa musti kangen lagi ? tiap hari juga ketemu. lalu aku mulai menyadari ternyata berpisah mudah-mudah saja, yang bikin susah adalah saat kita kembali ke suatu tempat yang sering kita kunjungi bersama dengan seseorang yang kini tak lagi bersama kita, tiba-tiba kita merindukannya. yaah setiap perpisahan memang tidak meninggalkan luka, tapi meninggalkan "KERINDUAN". ketika seseorang meninggalkan kita, kita pasti akan merindukannya, lalu membangkitkan kenangan demi kenangan tentang orang itu, sampai akhirnya kerinduan itu membuat luka lama kembali terbuka.
aku tidak tahu, apakah semua orang benci perpisahan, tapi aku mulai mengerti yang berat bukanlah perpisahannya tapi yang berat adalah ketika kita harus menanggung kerinduan itu sendirian.


salam, batugong 09 february 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNGKAPAN HATI SEORANG IBU

KERINDUAN YANG MENJADI DOA