SATU HARI DALAM PERJALANAN PULANG

Senin, 05 februari waktu menunjukkan pukul 17.00 menandakan waktu untuk kembali ke rumah. Aku bergegas menyiapkan barang-barangku dan ku ambil handphone untuk segera  absen. Setelah itu aku pulang dengan ikut mobil kantor yang sering di gunakan untuk angkut motor ke pos. karena merasa sangat lelah aku duduk sambil menyandarkan kepalahku kebelakang. Dalam  keheningan dan kemacetan tiba-tiba terdengar suara, ternyata yang berbicara orang yang bawah mobil, aku lupa siapa namanya tapi aku tidak akan lupa dengan wajahnya, karena hampir tiap hari dia selalu datang di pos mengantarkan motor sambil menyapaku dengan logat ambon yang begitu kental “kaka ika” lalu aku akan membalasnya dengan senyum kepadanya.
Sambil menyetir mobil dia mengatakan
“ hidup ini kerja untuk cari uang saja”
“memang uang bisa bikin bahagia yah ?” kataku sambil menatapnya
Lalu dia menjawab “ ia, kalau ada uangkan bisa happy-happy”

Aku kembali berfikir, mungkin yang dia maksud happy-happy adalah minum-minum sampai mabuk, atau entahlah aku juga tidak tau karena aku hanya menebak saja. Aku kembali menyandarkan kepalahku sambil mendengarkan lagu lewat headset. Orang hidup punya cara pandang masing-masing, mereka selalu memandang dari arah yang menguntungkan bagi mereka.

Saat sampai di rumah, kudapati orang-orang di rumah sedang  duduk sambil menyaksikan acara TV, awalnya aku pengen langsung masuk kamar, tiba-tiba ku dengar tente berbicara sambil berteriak “astaga, rumah terbawah arus air”.
Lalu aku segera berlari menghampiri tante yang sedang berbicara, saat ku saksikan dengan mata kepalahku sendiri acara TV tersebut, aku kaget karena itu adalah berita kebanjiran yang terjadi di jawa barat.  Banjir yang menenggelamkan ratusan rumah, dan bahkan memakan korban nyawa. Lalu aku kembali masuk kedalam kamar, sambil terus memikirkan mereka yang terkena musibah, betapa menderitanya mereka sudah kehilangan rumah, barang-barang, bahkan kehilangan anggota keluarga mereka.

Aku kembali melayangkan pikiranku sambil bertanya-tanya “apakah Tuhan sedang menghukum mereka ? apakah Tuhan sedang menguji mereka ? lalu bagaimana mereka menghadapi itu semua ?”. begitu banyak pertanyaan yang muncul di pikiranku, dan aku tidak tahu harus mencari tahu jawabannya kemana. -_-

Biarkan Scenario Tuhan terjadi karena hidup ini menyimpan banyak misteri dan rencana Tuhan yang tidak akan masuk di akan manusia, tapi percayalah Tuhan sedang menyiapkan yang terbaik untuk semua Umatnya yang percaya pada-Nya. Hanya itulah yang terpikirkan olehku.


Ambon,5 february 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ARTI PERPISAHAN

UNGKAPAN HATI SEORANG IBU

KERINDUAN YANG MENJADI DOA