SEBUAH PANDANGAN HIDUP



Terlahir jadi seorang perempuan adalah anugerah terbesar dari Tuhan.

Belajar menjadi gadis dewasa yang terlepas dari tanggungjawab orang tua memang bukan perkara yang mudah. Yang dulunya tinggal minta sama orang tua sekarang harus bisa selektif dalam menentukan pilihan. Salah satunya harus belajar mandiri, mengatur keuangan sendiri dan harus pintar-pintar mengatur pengeluaran, belum lagi jika diingatkan dalam memilih pasangan hidup rasanya pelajaran itu benar-benar sulit.

Tinggal di kota yang cukup jauh dari orang tua mengharuskan aku belajar lebih mandiri lagi apalagi jika menyangkut pengeluaran aku harus berfikir dua kali. Dulu waktu masi kuliah aku juga tinggal jauh dari orang tua tapi semuanya masi dikontrol termasuk masalah keuangan, Dulu mau beli apa saja tinggal bilang sama orang tua. Tapi sekarang semua yang mengontrol adalah diriku sendiri, Orang tua kini telah menjadi penasehat dalam hidupku yang selalu menyerahkan semua keputusan kepada diriku sendiri, dan harus berani mempertanggung jawabkannya. 

Tahun ini aku mulai belajar mengatur keuangan sendiri, berbekal nasehat dari kaka perempuan pengeluaran sekecil apapun harus dicatat, agar kita bisa tahu uang yang kita dapatkan dari kerja keras kita sendiri, bisa kita tahu kemana saja dan kita bisa mengurangi pengeluaran misalnya keinginan yang tidak terlalu penting kita bisa tundah dulu untuk membelinya. Meski terkadang keinginan jauh lebih besar godaannya tapi kita harus bisa mengendalikannya, agar kita bisa mengerti mencari uang sendiri itu tidak gampang dibandingkan dengan meminta itu jauh berbedah. Orang tua menyekolahkan setinggi-tingginya agar kita bisa berfikir layaknya orang berpendidikan dan belajar memandang hidup ini.

Aku tinggal di kota ini bersama dengan om dan tante, mereka selalu mengatakan "hidup ini seperti roda yang berputar, kadang kita diatas, kadang kita dibawah". Tapi jika kita bisa belajar cara hidup dari bawah, itu tidak akan jadi masalah jika kita suda hidup diatas lalu tiba-tiba kita jatuh, kita tidak akan kaget lagi karena kita sudah belajar dan mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Hidup ini bukan ajang perlombaan siapa yang cepat dan siapa yang lambat. Manusia hidup cuma sekali, dan itu benar adanya.

Beberapa minggu yang lalu ada seorang perempuan mengatakan kepadaku, kita harus bisa menikmati hidup ini, harus bisa ketempet-tempat karoke, diskotik, harus pintar-pintar joget kalau tidak merasakan itu hidup ini belum lengkap yang penting kita harus pintar-pintar jaga diri, hidup ini cuma sekali jadi harus di nikmati.

Aku paham apa yang dia bilang, kita hidup di dunia yang sama namun cara kita menjalaninya berbeda-beda. Semua orang berhak mejalani hidup mereka masing-masing, kita tidak bisa menghakimi mereka dengan mengatakan mereka hidup dijalan yang salah, karena mereka punya pandangan sendiri dalam menikmati hidup ini.


ambon
sabtu, hative kecil 10 february 2018

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ARTI PERPISAHAN

UNGKAPAN HATI SEORANG IBU

KERINDUAN YANG MENJADI DOA