UNGKAPAN HATI SEORANG IBU

Semalam sekitar pukul 01.22-01.23 ada sebuah pesan yang masuk di grup whatsapp.
pesan yang dikirim kaka perempuan dari manado. Isinya cukup membuatku melamun dan merenung beberapa jam.Dia bercerita tentang perjuangan seorang ibu,atau lebih tepatnya dia sedang mengungkapkan perasaannya yang kini telah menjadi seorang ibu.isi pesannya cukup singkat yaitu :

“menjadi orang tua memang adalah jalan panjang untuk melepaskan seorang anak agar mampu menjalani kehidupan mereka sendiri.. karena itulah mengapa kisa pengasuhan anak menjadi rumit. karena pengasuhan telah melibatkan berjuta ragam emosi dan kenangan. Anak-anak lahir dari Rahim ibunya, membawah DNA Ayahnya, besar dengan keringat dan air mata orang tuanya namun mereka ‘BUKAN MILIK ORANG TUANYA” kata yang luar biasa yang tak pernah terpikirkan dalam benakku sebagai anak. Aku tak perna berpikir perjuangan orang tua ternyata tak sampai hanya disana. 
“orang tua harus rela melepaskan anknya menjalani peran kehidupannya sendiri, suatu waktu. Bahkan saat sang anak memutuskan untuk pergi mengembara menggapai mimpi-mimpi mereka, dan bagi orang tua, ternyata berpisah dengan anak itu bukan urusan mudah”.
“meski teknologi membuat kita bisa menatap wajah keriput mereka di layar HP, ternyata tak ada yang bisa mengobati rindu sebaik dekapan hangat dan ketulusan cinta mereka. Sebanyak apapun uang tak akan bisa membeli perhatian, senyuman, dukungan dan pelayanan tulus mereka.

Aku yakin kata-kata ini adalah apa yang sedang di rasakan olehnya. membacanya saja, rasanya paling nyesak di dada, apalagi jika berada di posisinya. seketika Rasanya ingin pulang, pulang memeluk mama dan papa kedua orang yang sangat berjasah dalam hidupku. Aku terlalu sibuk mencari sesuatu sampai rasanya aku melupakan sesuatu yang luar biasa dalam hidupku.. Doa yang mereka panjatkan setiap saat, adalah bentuk kerinduan yang takkan bisa di tukar dengan apapun yang ada di dunia ini.
Tuhan, seandainya waktu bisa kuputar kembali, aku hanya ingin kembali menjadi anak kecil buat mereka. Agar aku tak harus pergi sejauh ini.

Terimakasi untuk bacaannya malam-malam kk.
Tuhan yesus memberkati kaka dan keluarga kecil kaka disana.

Salam dariku, ambon 04 februari 2018

Jam 21.04

Komentar

  1. Ceritanya sangat menyentuh,stidaknya stelah sya mmbaca cerita ini sya juga teringat akan sosok mama dan almarhum bpk sya,.

    Dari cerita ini juga saya mulai merenungkankan betapa hebat dan luar biasanya pengorbanan org tua ke anak"nya.
    Terkhusunya untuk org tua sya,selama ini SUKA DAN DUKA seakan mnjadi hal biasa bagi mereka, mereka ttap bekerja keras agar ttap memenuhi segalah macam tuntutan keinginan saya,itu baru untk saya blm lagi ntk saudari" saya...

    Ehh kok sya jadi ikutan curhat hehe...tapi bagi saya org tua adalah pahlawan terbaik sepanjang masa.

    Semoga orng tua kita semua panjang umur selalu ada dlm lindungan Tuhan amin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiinn. terimaksih banyak roni.bapak disana sudah tenang. jangan lupa terus panjatkan doa untuknya.
      dan buat ibu, semoga sehat terus yaah

      Hapus
  2. Orang tua adalah dua malaikat yang Allah kirim untuk kita , sejahat dan seegois apapun orang tua mereka tetap akan melindungi anaknya mereka tidak akan pernah membiarkan anaknya terluka sedikitpun dan bahkan mereka rela untuk bertarung nyawa demi anaknya. .
    Membca ini sy jadi Rindu dengan masa dimana semuanya berkumpul tanpa ada yang kurang seorg pun, masa dimana saat makan bersama kami berbicara bnyak hal. Kata org berbicara saat makan itu tdk sopan tpi kataku saat makan adalah waktu yang tepat untuk bertukar cerita yang di lewati hari ini karna saat makan kita dapat berkumpul bersma.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ARTI PERPISAHAN

KERINDUAN YANG MENJADI DOA